EDUCATION 4 MINING STUDENT

Thursday, April 26, 2012

Decline Curve Analysis


Analisis decline curve pada data produksi pada dasarnya merupakan suatu teknik history match antara data rate produksi dan data waktu yang sebenarnya dengan model yang dibuat secara teoritis menggunakan type curves atau dengan program computer. Dengan kata lain decline curve analysis merupakan suatu cara yang digunakan untuk menganalisis penurunan produksi dan sekaligus meramalkan keadaan di masa datang dari sumur minyak dan gas. Model teoritis yang dipilih melalui proses type curves kemudian digunakan untuk memprediksi jumlah volume minyak atau gas di tempat (oil in place dan gas in place) dan juga untuk mengetahui macam-macam sifat dari formasi. Metode ini bukan hanya menemukan analisis terhadap kurva rate terhadap waktu, tetapi juga dapat menyediakan data yang cukup akurat dan mendekati bila dibandingkan dengan transient test yang merupakan metode konvensional, ditambah lagi metode ini mengurangi biaya yang harus terbuang saat kehilangan produksi untuk transient test. Decline curve analysis secara konvensional ini hanya dapat digunakan apabila sejarah produksi cukup panjang sehingga trend dari data yang terbentuk dapat diidentifikasi.
Analisis decline curve tidak didasari oleh suatu teori yang fundamental tetapi diciptakan berdasarkan observasi secara empiris dari kurva yang terbentuk melalui plot penurunan produksi. Analisis decline curve diaplikasikan karena observasi secara empiris yang alami dan dapat digunakan secara khusus untuk suatu lingkup tertentu. Hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan decline curve analysis adalah faktor-faktor yang menyebabkan penurunan produksi tetap, tidak berubah dan berlanjut selama waktu peramalan. Faktor-faktor ini meliputi kondisi reservoir maupun kondisi operasional. Faktor-faktor reservoir yang dapat mempengaruhi penurunan produksi diantaranya adalah penurunan tekanan, jumlah sumur produksi, mekanisme pendorong, karakteristik reservoir, perubahan saturasi dan permeabilitas relatif. Sedangkan faktor-faktor operasional yang dapat berpengaruh terhadap penurunan produksi diantaranya adalah tekanan separator, ukuran tubing, workover dan artificial lift. Selama kondisi ini tidak berubah maka trend atau kemiringan dari kurva penurunan produksi dapat dianalisis dan dapat diekstrapolasi untuk meramalkan kinerja sumur di masa datang.
Untuk menganalisa kurva penurunan produksi, maka pada umumnya digunakan dua set kurva yaitu laju produksi diplot terhadap waktu atau terhadap produksi kumulatif. Waktu adalah variabel bebas yang sangat baik untuk meramalkan produksi dan evaluasi ekonomi karena ekstrapolasi dari grafik laju produksi dan waktu dapat digunakan secara langsung.
Ada dua periode yang perlu dipertimbangkan dalam menganalisa kurva-kurva ini, yaitu :
1.  Transient decline (infinite acting), terjadi ketika jari-jari pengurasan belum mencapai batas terluar dari reservoir.
2.  Depletion decline (pseudosteady-state), terjadi setelah jari-jari pengurasan mencapai batas terluar reservoir.

No comments:

Post a Comment